Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out
Showing posts with label ARTIKEL PENDIDIKAN. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL PENDIDIKAN. Show all posts

Dalam Sepinya


Kenalan saya, orangnya konyol benar. Terkesan urakan bahkan. Bicaranya tak pernah serius. Guyon terus. Pakaian yang dikenakannya sekenanya saja. Potongan rambut bahkan aksesoris yang ia pakai mengensankan bahwa ia orang yang “nakal” dan tak punya prinsip sama sekali.
Senang tidur dan teledor.
Tapi stop, itu adalah kesan kita jika melihat dia pertama kali, ataupun jika kita mengenalnya tapi tidak pernah ke rumahnya sama sekali.
Begitu kita mengenal lebih dalam orang ini, benar – benar kita akan tersentak. Dalam sepinya, ia bukan orang yang seperti itu.
Ketika saya bermalam di rumahnya kali itu. Ia bukan orang yang saya kenal di luaran. Rumahnya memiliki 3 kamar tidur yang salah satunya khusus untuk “tidur” buku – buku tebal dan Koran – Koran yang selalu dijamahnya setelah subuh. Kira – kira ada dua ribuan buku di kamar itu. Berjejalan rapi di rak.
Ia selalu bangun satu jam sebelum subuh untuk shalat tahajud. Salah satu hal yang tak pernah ia tinggalkan. Shalat subuh. Membaca. Bekerja. Membaca lagi. Tidur siang. Mengajari anak – anaknya dan mendampingi mereka. Membaca lagi. Lalu tidur. Itu jadwal hariannya yang ketat. Entah ada tamu atau tidak. Jadwal itu dilaluinya tanpa mengabaikan orang yang bertandang atau undangan yang diterimanya.
Ia memiliki televisi tapi sepertinya barang itu merana karena tidak begitu diperhatikan pemiliknya.
Semua barang yang berada di rumahnya tertata rapi tanpa debu. Ia dan istrinya sendiri yang merapikannya.
Oh ya, istrinya, adalah seorang wanita yang sangat sederhana. Tangannya kasar dan kuat karena memang tidak diperlakukan dengan manja. Wanita ini yang mengurusi rumah. Berdua dengan si suami yang tampak “slebor” itu.
Ternyata, dalam sepinya, pria “rock and roll” itu seorang yang sangat perfeksionis dan serius.
Apakah ini salah satu kelainan atau ciri orang yang berkepribadian ganda? Saya tidak tahu.
Tapi apa yang dilakukannya di luar membuatnya memiliki banyak teman, dan apa yang dilakukannya di dalam rumah membuat hidupnya lebih tertata dan bahagia. Saya beruntung bisa kenal orang langka seperti ini.

read more

Modal


Modal Ibuka ada dalam kocek dan kepalanya (Ada sedikit uang kontan masuk sebagai hasil penjualan Volmeter yang dibuat perusahaannya yang dulu).
Masaru Ibuka itu adalah seorang insinyur listrik yang juga salah satu pendiri SONY Corp. Di fotonya, Ibuka itu orangnya kurus, berkacamata dan kelihatan kalau ia orang yang cerdas.
Tapi saya bukan mau ngomong masalah foto. Saya suka dengan kalimat pembuka di atas; Modal Ibuka ada dalam kocek dan kepalanya. Ibuka yang bermodal sedikit uang namun dengan isi kepala yang hebat, mampu membuat sebuah perusahaan elektronik yang cukup disegani di dunia. Yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa perusahaan Ibuka itu didirikan tepat setelah perang usai.
Sekarang mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Apa modal saya ya? Apa modal anda? Apa modal kita?
“Wah gaji saya gede!”. Tapi pengeluarannya jauh lebih gede.
“Eh, saya kan tampan ya.”
“Saya termasuk cantik lho!”.
Lalu ketampanan dan kecantikan itu digunakan untuk “ngrusak”.
“Lho, jangan salah mas, saya lulusan Universitas top.”
Terus? Masih terus belajar tidak?
“Lho, tentu no!”
Belajar apa? Terus ada gunanya bagi orang lain tidak. Jangan – jangan njenengan belajarnya hanya agar bertambah gajinya. Terus gaji itu nanti akan mengalir ke orang seperti Masaru Ibuka itu.
“Ya, kalau itu bukan urusan sampeyan.”
Yo betul, bukan urusan saya. Saya juga tidak mau repot ngurusi yang macam gitu kok.
Tapi, saudara – saudara, Charles Darwin tidak pernah bilang bahwa ekor nantinya akan berevolusi menjadi kepala dan begitu sebaliknya. Tidak ada dalil yang seperti itu.

Orang yang Cuma “Ngikut” tidak akan mungkin jadi “Frontman”!!

read more

Masyarakat Literer


Sebelum anda meneruskan membaca, ada baiknya anda tonton dulu video berikut:



Video ini adalah potongan film The Jane Austen Book Club. Wanita dalam adegan di video itu adalah seorang guru bahasa Prancis yang menikah tetapi tidak bahagia dengan pernikahannya. Karena itulah ia berselingkuh dengan salah seorang muridnya, pemuda yang di seberang jalan.
Sang guru adalah salah seorang anggota dari klub membaca yang mengkhususkan membaca karya – karya Jane Austen, penulis berkebangsaan Inggris. Ketika perselingkuhan mereka berubah menjadi lebih serius, di sinilah manfaat dari kebiasaan membaca muncul.
Ketika si guru akan menyeberang jalan untuk menemui selingkuhannya, berpikirlah sang guru akan untung rugi yang akan didapatkannya dari perselingkuhannya dengan sang murid. Digambarkan bahwa seolah lampu lalu lintas yang hanya bertuliskan “WALK” dan “DON’T WALK” itu berubah menjadi “WHAT WOULD JANE DO”. Kebiasaan membaca mempengaruhinya dalam mengambil keputusan.
Melihat film The Jane Austen Book Club saya teringat tulisan Jacob Sumardjo di harian KOMPAS. Beliau menulis:
Manusia literer mampu berpikir abstrak, melihat substansi peristiwa. Cakap dalam melihat hubungan – hubungan peristiwa dalam strukturnya yang tetap. Orang begini tidak mudah dihasut karena tidak melihat berdasar inderawi, tetapi akal budi. Mereka mampu mengambil jarak dengan segala sesuatu di luar dirinya. Segala sesuatu dilihat obyektif, apa adanya, bukan bagaimana tampaknya. Orang – orang ini kritis, berbuat setelah matang pemikirannya karena ia melihat perspektif aneka kemungkinannya.
Mari segera membaca.

read more

"Ahlan wa sahlan"



Teman saya; Aris Abrori menulis di Facebooknya:

eh, dhayohe teka..
he, beberna klasa..!

eh, klasane bedhah..
he, tambalen jadah..!

eh, jadahe mambu..
he, pakakna asu..!

eh, asune mati..
he, buwangen kali..!

eh, kaline banjir..
he, delehna pinggir..!



Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha.................................

read more

Ketakutan Kita


Pernah tidak anda mendengar kata – kata berikut ini:
“Aku sungguh tidak betah kerja di sana. Semua orang bersaing secara tidak sehat. Saling sikut saling jegal. Setiap orang yang kelihatan menonjol, pasti dicari – cari kesalahannya. Semua orang menunggu kesalahan yang mereka buat untuk dijadikan bahan menjatuhkan. Betul –betul menjemukan.”
Karena setiap orang yang menonjol pasti ditunggu – tunggu kesalahannya untuk dijatuhkan, sebab itulah banyak orang yang berdiam diri, tidak mau berusaha untuk mengeksplorasi kelebihan – kelebihannya. Semua orang menjadi pasif. Statis, tidak bergerak kemana – mana.
Semua orang sebenarnya memiliki potensi yang sama untuk berhasil. Yang membedakan di antara mereka hanyalah kegigihan dan ketekunan untuk mencapai keberhasilan. Orang yang tekun dan gigih, kita tidak sedang menafikan kecerdasan kognitif di sini, pasti akan berhasil. Cuma, sayangnya, tidak semua orang memiliki kesabaran untuk menjadi tekun. Ketidak sabaran inilah yang menyebabkan mereka menjadi culas. Iri dan dengki ketika orang lain lebih berhasil daripada dirinya. Padahal keberhasilan yang didapat itu merupakan hasil dari susah payah mereka sendiri.
Lalu, bagaimana sikap kita jika kita berada dalam kondisi yang sedemikian itu? Marianne Williamson menasehati kita dengan kata – kata indah. Kata - kata indah yang ditujukan bagi mereka yang hanya diam, tidak berbuat apa – apa karena takut akan berhadap – hadapan dengan rekan mereka sendiri yang culas. Berikut yang dikatakannya:
Ketakutan kita yang paling dalam bukanlah bahwa kita ini tidak mampu. Sebaliknya, ketakutan kita yang paling dalam adalah bahwa kita amat sangat berkuasa. Cahaya kita, dan bukan kegelapan kita lah yang menakutkan kita. Kita bertanya pada diri sendiri: Siapa aku ini, untuk menjadi begitu cerdas, tampan, berbakat, dan hebat? Lho, memangnya siapa kamu sehingga merasa tidak pantas untuk itu? Kamu adalah ciptaan Alloh. Perilakumu yang mengecil – kecilkan diri itu sama sekali tidak ada gunanya bagi dunia ini. Sama sekali tidak bijak bila kamu mengerutkan dirimu hanya agar orang lain tidak merasa kecil dan tak aman berada di sekitarmu. Kita semua ini dimaksudkan untuk bersinar cemerlang, sebagaimana anak – anak memang begitu. Kita dilahirkan untuk menyatakan kemuliaan Alloh yang berada di dalam diri kita; ya, bukan hanya ada di dalam diri beberapa orang di antara kita, tetapi dalam diri setiap orang di antara kita. Dan bila kita membiarkan cahaya kita bersinar cemerlang, secara tidak sadar kita mengizinkan orang lain untuk melakukan hal yang sama. Ketika kita terbebas dari ketakutan kita, kehadiran kita secara otomatis membebaskan orang lain.

Sudahlah, lakukan yang terbaik. Biarkan orang yang culas dengan keculasan mereka.

read more

Suatu Hari di Negeri Antah Berantah


Lama tidak posting sesuatupun di blog ini. Hingga kali ini, karena tergelitik dengan berita tentang peristiwa di negeri antah berantah yang kudengar dari seorang kawan lama tak jumpa.
Kawan saya, kata dia, mendapatkan berita itu dari televisinya. Saya terlalu malang untuk dapat menikmati televisi, Karena itulah aku sampai tertinggal berita tentang peristiwa di negeri antah berantah itu.
Begini kisahnya; alkisah, di negeri antah berantah, pada suatu ketika terjadi gempa bumi yang hebat bukan kepalang. Begitu hebatnya hingga rumah – rumah reot kaum tak berpunya pada rubuh rata dengan tanah.
Tak terkecuali rumah mbah Sukijo. Nah dari mbah Sukijo inilah berita biasa tentang gempa bumi, menjadi berita yang sangat spektakuler.
Mbah Sukijo yang sebatang kara, sedih bukan kepalang menyadari rumahnya yang tak lagi bisa ditempati. Rumah itu harta satu –satunya baginya. Tak ada lagi yang lainnya. Rumah reot tempat berteduh dari hujan dan panas itu tak ada lagi. Di tempat mana lagi ia mesti tinggal.
Beruntung, tetangganya yang baik hati bersedia memberikan tumpangan kepadanya. Bukan di rumahnya lho. Melainkan di kandang kerbau miliknya. Ya, daripada kehujanan kepanasan, tidur dengan kebo pun tak apalah, mungkin begitu pikir mbah Sukijo.
Tinggallah mbah Sukijo, Oh ya, mbah Sukijo yang sepuh itu menderita beberapa penyakit lho, dengan kebo dan gudel – gudelnya.
Penderitaan mbah Sukijo, dengan tanpa sengaja, ketahuan oleh seorang wartawan televisi yang serta merta membuat berita tentangnya dan menyiarkannya ke seluruh negeri. Dunia gempar. Seorang jompo berpenyakitan, tidur dengan kebo, mengapa tak ada yang peduli? Betapa memalukannya!!!
Para punggawa kerajaan yang dicerca public sedemikian rupa menjadi kalang kabut. Buru – buru mereka mengundang televisi dan wartawan ke kediaman mbah Sukijo di kandang kebo. Dengan wajah memelas tapi tetap tak melunturkan kekhasan seorang priyayi, para punggawa berkata: “Kami semua merasa prihatin dengan keadaan ini. Dan harus dicatat baik – baik oleh mas dan mbak wartawan bahwa kami peduli dengan penderitaan yang telah menimpa mbah Sukijo ini. Dengan ini kami beritahukan bahwa kami telah membangun sebuah rumah yang layak untuk dihuni oleh mbah Sukijo. Kami benar – benar ikhlas dengan hal ini dan kami berharap bahwa ini akan dapat menghilangkan penderitaan mbah Sukijo. Terima kasih.”
Selanjutnya, mereka menyalami mbah Sukijo. Bertanya ini itu. Wajah mereka tampak sedih. Namun tetap tak melunturkan kepriyayian mereka.

read more

Urgensi Pendidikan Life Skill


Sepanjang sejarah, orang – orang muda seusia anak didik kita merupakan bagian dari suatu masyarakat yang paling produktif. Namun sayangnya, keproduktifan yang dimiliki oleh rata – rata kaum muda itu tidak termanfaatkan secara optimal disebabkan kurangnya arahan dan motivasi. Maka, yang sering terjadi, alih – alih memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat luas, sebagian kaum muda itu malah menjadi beban bagi lingkungan di mana mereka tinggal. Sebutlah misalnya kenakalan remaja (yang ditandai dengan dilakukannya tawuran, pemakaian alkohol dan narkoba dan lain sebagainya).
Kondisinya semakin parah ketika kaum muda tadi lulus dari sekolah. Mereka terjebak pada masalah pengangguran disebabkan minimnya lapangan pekerjaan dan ketidak-mampuan untuk menciptakan pekerjaan. Bertambahlah deret pengangguran yang merupakan salah satu faktor peningkatan angka kriminal.
Pendidikan disebut – sebut sebagai salah satu penyebab terjadinya situasi ini. Pendidikan dituding telah gagal membantu peserta didik dalam meningkatkan dan mengembangkan potensi mereka yang nantinya akan berguna bagi diri mereka sendiri dan masyarakat. Mengapa? Karena pendidikan yang berlangsung selama ini hanya mengedepankan kemampuan akademik. Padahal, pendidikan seharusnya dapat memberikan kemampuan yang dibutuhkan anak untuk hidup. Latar belakang inilah yang di kemudian hari mencetuskan perlunya pendidikan yang lebih berorientasi pada life skill (kecakapan hidup).
Pendidikan Life Skill dipandang sebagai solusi tepat bagi permasalahan yang muncul. Team Broad Base Education Depdiknas merumuskan bahwa tujuan pendidikan life skill adalah:

Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel, sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas.
Pemanfaatan sumber daya di lingkungan sekolah, dengan memberi peluang pemanfaatan sumber daya yang ada di masyarakatr, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.
Mengembangkan potensi manusiawi peserta didik menghadapi perannya dimasa mendatang
Membebankan pembelajaran yang fleksibel dan memanfaatkan potensi SDM yang ada di masyarakat dengan prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
6. Membekali peserta didik dengan kecakapan hidup sebagai pribadi yang mandiri.

Untuk mencapai tujuan ini peserta didik perlu memiliki kecakapan dalam memimpin, berkomunikasi, berinteraksi dengan sesama dan kecakapan intelektual sekaligus. Selain itu, mereka juga harus memiliki kemauan keras untuk bertanggung jawab dan menghargai diri mereka sendiri. Kecakapan – kecakapan di atas merupakan modal dasar untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas. Selebihnya adalah dimilikinya ketrampilan dan keahlian yang diperlukan oleh masyarakat.
Karena, sebagaimana ditulis di muka, pendidikan selama ini masih berorientasi pada kemampuan akademis, maka perlukah kurikulum pendidikan kita diubah? Tidak perlu. Yang perlu kita lakukan adalah menyesuaikan kurikulum yang telah ada agar dapat menjawab kebutuhan – kebutuhan yang diperlukan secara nyata oleh masyarakat.
Pendidikan Life Skill dapat diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran. Metode pembelajaran setiap mata pelajaran dapat dilaksanakan sedemikian rupa sehingga dapat merangsang jiwa kepemimpinan, ketrampilan berkomunikasi, bernegosiasi, bekerja sama, memecahkan masalah, mengambil keputusan, berpikir kritis, dan mengevaluasi diri sendiri. Selain itu perlu diciptakan atmosfir pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk dapat memiliki kepercayaan diri dengan cara menghargai setiap usaha mereka dan berpikir positif bahwa apapun yang mereka lakukan merupakan bagian dari proses untuk meraih keberhasilan.
Proses pembelajaran yang berorientasi pada siswa, jika dilaksanakan secara benar, sebetulnya telah dapat mengakomodir kebutuhan siswa akan kecakapan yang penulis sebutkan di muka. Karena itu, guru harus terus menerus dilatih untuk dapat menerapkan metode pembelajaran yang ideal dan efektif. Dan, semestinya tidak berhenti hanya pada pelatihan, evaluasi secara berkala juga diperlukan untuk menjaga agar proses pembelajaran yang ideal itu tetap berlangsung. Bukan hanya sebagai aktifitas yang hangat – hangat tahi ayam.
Selain itu, diperlukan upaya yang serius untuk mengidentifikasi bakat dan kecenderungan masing – masing siswa. Identifikasi atas bakat dan kecenderungan tiap siswa ini penting sebagai acuan dasar dalam melatih ketrampilan mereka. Pelatihan ketrampilan yang didasarkan atas minat dan bakat siswa lebih menjamin keberhasilan dari upaya untuk meningkatkan ketrampilan menjadi keahlian di kemudian hari. Selanjutnya, tiap sekolah seharusnya menyediakan berbagai jenis pelatihan ketrampilan untuk menampung minat dan bakat masing – masing siswa yang berbeda – beda.
Terakhir, untuk mengadopsi konsep Broad Base Education (BBE) atau Pendidikan Berbasis Luas, diperlukan kecermatan untuk mengetahui kebutuhan yang paling mendesak dari masyarakat setempat. Kebutuhan masyarakat perkotaan tentu berbeda dengan kebutuhan masyarakat pedesaan. Oleh sebab itu, tentu merupakan upaya yang sia – sia jika melatih siswa agar trampil dalam reparasi komputer, misalnya, di tengah masyarakat yang banyak berkutat di bidang pertukangan kayu. Diperlukan kejelian dalam melihat kebutuhan masyarakat ini. Pemilihan pelatihan yang hanya didasarkan pada prestise tanpa mengacu pada kebutuhan dasar yang mendesak dari masyarakat sekitar hanya akan berujung pada kemubadziran.

read more

Serigala dalam Diriku



Aku memohon maaf,
kepada siapa saja,
yang telah menjadi
korban.....
dari serigala dalam diriku.
Sungguh aku selalu menyesalinya

read more

Download Media Pembelajaran Bahasa Inggris SMP: To Be.


Saya memang berencana untuk membuat sebuah video flash seperti yang telah saya posting di animasi flash. Namun saya kira akan lebih bermanfaat jika saya membuat flash yang berguna bagi pembelajaran bahasa Inggris. Maka animasi flash yang awalnya akan saya postingkan, saya urungkan, dan saya ganti dengan yang berikut di bawah ini:





Itu adalah sebuah kuis pilihan ganda tentang penggunaan "to be". Saya kira dengan menggunakan media ini, pembelajaran bahasa Inggris akan lebih "fun". Silahkan didownload.

Tentang hari ini, ada sebuah peristiwa yang ingin saya bagi: Banyak orang yang mengukur orang lain dengan ukuran dirinya sendiri. Maksud saya seperti ini: Jika ada seseorang yang sepanjang hidupnya menginginkan jabatan, ia cenderung memandang orang lain juga seperti dirinya yang haus jabatan.
Padahal? salah besar tentu saja. Orang memiliki kecenderungannya sendiri - sendiri. Keinginannya sendiri - sendiri. Mimpinya sendiri - sendiri.

Orang yang berpandangan seperti ini harus lebih banyak bergaul dan lebih banyak membaca buku!! Daripada terus menerus sibuk mengurusi orang lain yang dianggapnya sebagai saingan dan ancaman untuk memperoleh jabatan yang dia inginkan.

Untuk mendownload file *.swf dan *.fla dari kuis di atas, silahkan anda klik: Download Media Pembelajaran Bahasa Inggris

read more

Menyoal Pemalsuan Karya Ilmiah Guru


Mengapa guru memalsukan karya ilmiah? Ada beberapa alasan.
Pertama, guru belum mampu menulis karya ilmiah.
Sudah jamak diketahui bahwa semakin lama menjadi guru, bukannya menjadi lebih menguasai materi yang diampu, guru cenderung semakin out of date. Mengapa demikian? Ketika telah menjadi guru, beban tugas tidak hanya pada mengajar saja. Ada beban – beban dari seorang guru yang wajib juga dilaksanakan. Menjadi kepala keluarga, memiliki bebannya sendiri. Begitu pula dengan menjadi anggota dari masyarakat. Terlebih jika seorang guru memiliki persoalan keluarga yang menuntut untuk segera diselesaikan. Kondisi - kondisi ini seringkali membuat seorang guru mengkesampingkan urusan – urusan pekerjaan sebagai guru.
Kedua, guru belum terbiasa meneliti.
Ketika kuliah, banyak yang berpendapat bahwa menulis skripsi merupakan pekerjaan yang paling merepotkan. Nah, jika ketika kuliah saja kita sudah merasa kesulitan untuk menulis dan meneliti apalagi jika kita sudah tidak lagi kuliah? Belum lagi jika kita melihat pada persoalan rendahnya minat baca. Menulis adalah fase berikutnya setelah kebiasaan membaca terbentuk. Kalau buku tidak terbeli lalu bagaimana bisa membaca?
Ketiga, permasalahan mentalitas
Mentalitas mencari jalan pintas, menerabas, tidak mau bersusah payah memang masih sangat kuat melekat pada kita semua. Diperlukan teladan dan latihan untuk menjadi orang yang memiliki kemauan keras untuk berusaha. Diperlukan pengorbanan untuk terus berproses dan berpandangan bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil.
Keempat, kelima dan seterusnya. Masih ada lagi penyebab – penyebab lain. Namun saya rasa ketiga hal di atas sudah cukup mewakili.

read more

Pemalsuan Karya Ilmiah oleh Guru


Beberapa Guru di Riau memalsukan karya ilmiah untuk mendapatkan kenaikan pangkat dari 4A ke 4B.
Memalukan sekaligus menyedihkan

read more

Foot in Mouth Syndrome


Tuhan, Jangan Kau biarkan lidahku berucap
yang tiap - tiapnya menjadi
malapetaka bagiku



Tanpa sadar, mulut ku lebih tajam dari pisau

read more

Belajar Membaca dan Sesame Street


Sekelompok peneliti pada University of Massachusetts dan University of Kansas, meneliti 600 anak sekolah menengah yang pada tahun 1980-an – ketika mereka berusia empat atau lima tahun – telah secara rutin menonton Sesame Street. Temuannya, ternyata mereka yang terbiasa menontonnya memiliki prestasi yang lebih baik daripada yang tidak terbiasa menontonnya. Dalam pelajaran Matematika, bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam, mereka lebih menonjol.
Dan berita baik berikutnya, ternyata mereka tidak hanya menonjol dalam akademik namun mereka, yang biasa menonton Sesame Street ketika kecil ini, juga menghabiskan waktu luang mereka dengan aktivitas yang lebih baik: membaca buku.
Yang aneh, belum ada yang bisa menjawab bagaimana sebuah program televisi yang ditonton selama satu jam bisa berdampak positif hingga belasan tahun berikutnya.
Namun, masa anak – anak memang masa – masa penuh keajaiban yang seharusnya terus menerus diteliti, disebarluaskan, dipelajari dan diterapkan. Keajaiban masa anak – anak bahkan sudah diketahui oleh orang – orang jaman dulu. Banyak orang tua jaman dahulu yang mendidik anak – anak balita mereka sehingga mereka telah memiliki kompetensi yang sulit dibayangkan oleh kita yang hidup di masa sekarang ini.
Kalau memang program televisi seperti Sesame Street ini memiliki dampak positif bagi anak – anak kita, nampaknya pemerintah harus mulai serius menggarap lahan ini sehingga televisi kita tidak hanya diisi oleh tayangan sinetron yang terbukti merugikan.

read more

Dugaan


Seorang teman yang ceria, banyak tertawa dan banyak bergurau, seringkali mendapatkan gurauan dari teman lain yang terkadang tanpa sadar telah menyinggung perasaan. Perkataan – perkataan menyakitkan hati, karena dianggap gurauan, seringkali terlontar. Banyak yang lupa ketika bergurau. Dan banyak yang tidak menyadari dampak dari perkataan yang menyakitkan hati.
Ketika perkataan yang benar – benar menyakitkan hati dirasa oleh teman itu, selain menyakitkan hati, ternyata perkataan itu berhubungan sekali dengan harga dirinya sebagai laki – laki dan bersifat privasi, teman saya itu membalas dengan perkataan yang membuat orang yang mendengarnya terdiam seribu bahasa bahkan sampai timbul rasa segan ketika bertemu lagi dengannya.
Inilah yang dikatakannya: “Mendengar perkataanmu aku jadi yakin dengan artikel yang kubaca di Koran KOMPAS. Dalam artikel itu penulis menukil perkataan seorang ilmuwan Belanda yang mengatakan berdasarkan penelitiannya: “Orang Asia pada umumnya, telah cukup puas mengambil kesimpulan berdasarkan dugaan”. Bukankah yang kau katakan itu baru sebatas dugaan? Mungkin maksudmu bercanda. Tapi jika engkau tidak banyak tahu, engkau tak beda jauh dengan bodoh. Dan orang yang bodoh tidak pernah menyadari jika ia telah berbuat kebodohan.”
Bercandalah yang cerdas. Jangan sekali – kali menyinggung wilayah privasi seseorang sebagai bahan candaan.

read more

Satu Dunia Satu Bahasa


Kita, di dunia ini, terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda – beda. Perbedaan ini dikarenakan kita hidup dan berkembang biak di wilayah geografis yang berbeda pula. Perbedaan iklim dari suatu wilayah dengan wilayah yang lain berperan dalam menentukan bagaimana suatu kelompok masyarakat hidup dan bertahan hidup. Inilah yang pada gilirannya membuat suatu kelompok manusia mengembangkan suatu budaya yang jauh berbeda dengan budaya suatu kelompok manusia di belahan bumi yang lain.
Bahasa, selain seni, juga merupakan produk dari sebuah kebudayaan. Karena kita hidup diantara beribu suku bangsa, maka bahasa yang digunakan di dunia ini pun beraneka rupa. Ketika pergaulan antar manusia masih dirasa cukup dengan anggota suku bangsanya sendiri, maka penggunaan bahasa lokal pun dianggap telah cukup. Namun ketika dunia semakin berkembang, diperlukan pergaulan internasional yang cakupannya lebih luas, maka diperlukan bahasa yang bisa menjembatani komunikasi antar suku bangsa di dunia.
Ada upaya dari negara – negara yang lebih maju untuk mensosialisasikan berbagai isupenting yang kemungkinan besar belum dipahami oleh negara – negara dunia ketiga. Program keluarga berencana misalnya. Atau tentang perlunya pemberantasan buta huruf atau tentang bahanya pemanasan global. Diperlukan suatu komunikasi yang efektif sehingga isu – isu itu bisa diterima dan dilaksanakan di seluruh dunia. Dan komunikasi yang efektif hanya bisa terjadi jika setiap orang di dunia ini memiliki satu bahasa yang dipahami bersama. Inilah yang menyebabkan munculnya pendapat agar dunia ini menggunakan satu bahasa yang dipahami bersama.
Pendapat ini dirasa sangat brilian pada awalnya. Tapi banyak kelompok yang kemudian mengatakan bahwa penyatuan dunia dengan menggunakan satu bahasa sebagai alatnya merupakan suatu perbuatan bodoh. Mengapa? Karena dengan demikian kita akan kehilangan berjuta produk – produk budaya. Perbedaan bahasa yang digunakan di seluruh dunia ini merupakan kekayaan bersama yang harus dijaga oleh seluruh umat manusia. Bukan malah dimusnahkan dengan cara menggunakan satu bahasa.
Penulis merasa bahwa ide menggunakan satu bahasa untuk seluruh umat manusia merupakan ide yang tidak dapat diterima. Perbedaan yang ada merupakan faktor untuk saling mengenal. Komunikasi antar bangsa dapat dipenuhi dengan belajar bahasa yang digunakan secara dominan oleh semua suku bangsa.

read more

MESTAKUNG: CATATAN UNTUK UJIAN NASIONAL MENDATANG


Ujian Nasional sudah di ambang pintu. Beberapa saat lalu terbitlah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 75 Tahun 2009 yang menginformasikan kepada kita semua bahwa jadwal Ujian Nasional yang biasanya dilaksanakan pada bulan April, dimajukan menjadi pada bulan Maret. Rincinya, untuk SMA dan yang sederajat Ujian Nasional dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Maret 2010, sedang untuk SMP dan yang sederajat, Ujian Nasional akan dilaksanakan pada minggu keempat bulan Maret 2010.
Untuk beberapa kalangan, perubahan jadwal Ujian Nasional ini mengejutkan. Pasti banyak sekolah yang masih mengacu pada jadwal pelaksanaan Ujian Nasional yang lama yaitu bulan April. Perubahan mendadak ini tentu saja memaksa sekolah untuk merubah pola belajar mengajar yang telah dilaksanakan.
Yang lazim terjadi, siswa disiapkan agar bisa mencapai standar kelulusan Ujian Nasional dengan memberikan jam tambahan belajar mulai awal semester genap. Dengan dimajukannya jadwal, kemungkinan besar, tambahan jam belajar ini juga turut dimajukan pelaksanaannya.
Kita tidak perlu lagi memperdebatkan efektifitas Ujian Nasional dalam menggambarkan kualitas pendidikan Indonesia yang sesungguhnya. Karena kenyataannya, sampai saat ini Ujian Nasional masih juga dilaksanakan. Penulis rasa akan lebih baik jika kita berfokus pada usaha agar siswa kita dapat mencapai standar kelulusan Ujian Nasional. Alih – alih melakukan kecurangan dalam Ujian Nasional – sampai saat ini, media massa masih saja memberitakan kecurangan yang terjadi dalam Ujian Nasional yang dilakukan oleh peserta Ujian Nasional sendiri atau dilakukan oleh sekolah – nampaknya kita perlu menoleh pada MESTAKUNG.

APA ITU MESTAKUNG?
MESTAKUNG adalah istilah yang dikenalkan oleh Professor Yohanes Surya, Fisikawan Indonesia, berdasarkan pengalamannya selama memandu tim Olimpiade Fisika Indonesia sehingga menjadi Juara Dunia di tahun 2006.
MESTAKUNG merupakan kependekan dari seMESTA menduKUNG. Menurut Yohanes Surya, jika sebuah situasi kritis terjadi, “alam” akan bekerja bersama – sama untuk menghilangkan situasi kritis itu. Yohanes Surya tidak mengada – ada. Dia menyatakan pendapatnya itu berdasarkan fenomena – fenomena fisika yang ditemui dan dipelajarinya bertahun – tahun.
Salah satu fenomena Fisika yang dikemukakan oleh Yohanes Surya untuk menguatkan teori MESTAKUNG-nya adalah fenomena berikut ini:




Gambar di atas adalah gambar dari seseorang yang menjatuhkan pasir sedikit demi sedikit. Saat kita menjatuhkan pasir sedikit demi sedikit ke atas lantai misalnya, pasir – pasir yang kita jatuhkan itu akan bergulir dan berhenti di suatu titik atau ia akan mendorong pasir yang lebih dulu jatuh sehingga kemiringan “bukit” pasir itu tidak akan berubah. Fenomena ini seolah menunjukkan kepada kita bahwa tiap butir pasir memiliki peran sendiri – sendiri dalam sebuah “kelompok kerja” untuk menjaga agar “bukit” pasir itu terjaga kemiringannya!.
Fenomena menakjubkan ini dalam Fisika dikenal sebagai critical phenomena atau fenomena kritis. Dalam keadaan kritis, tiap individu (yang dalam fenomena di atas adalah butir pasir) berinteraksi dengan individu-individu lain. Lalu individu-individu ini secara bersama-sama mengatur dirinya sehingga lahirlah keadaan yang baru dan hilanglah kondisi kritis itu.
Yang lebih menakjubkan, ternyata fenomena seperti ini tidak hanya terjadi dalam fisika. Dalam biologi, sosial, ekonomi dan lain sebagainya, fenomena kritis ini juga sering terjadi. Pernahkan anda menonton di televisi tentang sekelompok ikan laut yang berenang bersama – sama? Mereka berenang kesana kemari secara serempak seolah mereka telah terlatih untuk melakukannya. Atau pernahkah anda melihat penonton dari sebuah konser musik yang secara serempak bertepuk tangan? Apakah mereka berlatih untuk melakukannya secara bersama – sama? Tentu tidak. Lalu apa yang menyebabkan sekelompok ikan itu berenang dan penonton konser musik bertepuk tangan secara serempak? Jawabnya adalah karena MESTAKUNG.

KONDISI KRITIS
Berdasarkan teori MESTAKUNG yang diciptakan oleh Yohanes Surya di atas, sebenarnya, Ujian Nasional yang akan segera kita hadapi ini bukanlah momok yang menakutkan. Ujian Nasional bukanlah sesosok hantu, yang untuk menghindarinya kita harus berbuat curang. MESTAKUNG memberikan kabar baik kepada kita bahwa seMESTA akan menduKUNG sehingga kita akan terlepas dari kondisi kritis (Ujian Nasional) dalam keadaan yang sebaik – baiknya.
Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana agar MESTAKUNG terjadi pada kita. Menurut Yohanes Surya, agar MESTAKUNG terjadi pada kita, kita perlu melakukan tiga hal yang disebutnya sebagai KRILANGKUN.
KRILANGKUN adalah KRItis, LANGkah dan teKUN. Agar MESTAKUNG terjadi pada kita, kita harus menempatkan diri dalam kondisi kritis. Dengan jadwal Ujian Nasional yang dimajukan dan standar kelulusan yang telah ditetapkan, sebenarnya kita telah berada dalam kondisi yang kritis. Dengan kondisi yang sedemikian, mau tidak mau, guru harus menyiapkan siswa untuk mencapai standar kelulusan dengan sebaik – baiknya. Mau tidak mau, siswa harus menggenjot belajar mereka sehingga intensitasnya lebih sering. Dimajukannya jadwal Ujian Nasional, jika kita menginginkan MESTAKUNG terjadi, merupakan keuntungan bagi kita.

LANGKAH
Setelah kita menempatkan diri kita dalam kondisi kritis, hal kedua yang harus kita lakukan adalah kita harus melangkah. Harus disadari oleh para kepala sekolah, para guru dan siswa bahwa saat ini mereka berada dalam kondisi yang kritis. Mereka harus bersepakat bahwa untuk dapat lepas dari kondisi yang kritis itu diperlukan kerja keras. Guru bekerja keras untuk membimbing, dan siswa bekerja keras untuk belajar. Kesepakatan yang dibuat oleh kepala sekolah, guru dan siswa akan menguatkan mereka untuk tetap bertahan dalam upaya mencapai tujuan: lulus dengan nilai yang baik.

TEKUN
Ketiga, setelah kita melangkah agar dapat lepas dari kondisi kritis, kita harus tekun. Ada kisah nyata yang bisa menjadi contoh yang baik untuk menunjukkan pentingnya ketekunan. Masatoshi Koshiba, peraih nobel Fisika dari Jepang, mengatakan bahwa ketika SMA ia pernah dihina oleh gurunya sebagai siswa yang tidak akan mungkin dapat menguasai fisika. Hinaan ini menempatkan Koshiba pada kondisi kritis. Ia berusaha mati – matian untuk menunjukkan bahwa sebenarnya ia memiliki kemampuan dalam fisika. Dengan susah payah ia berhasil masuk Universitas Tokyo dan lulus dari departemen fisika meskipun dengan nilai terendah. Ia lalu melanjutkan ke Universitas Rochester di Amerika dengan surat rekomendasi dari dosennya yang berbunyi: “His results are not good, but he is not that stupid” (Nilai – nilainya memang tidak baik, tapi dia tidak sebegitu bodoh). Ketekunan kemudian menghantarkannya memperoleh gelar doktor dari Universitas Rochester dan memperoleh hadiah nobel beberapa tahun kemudian karena jasanya dalam membuktikan adanya neutrino. Kata “tekun” adalah kata yang lazim ditemui dalam biografi ilmuwan – ilmuwan besar dunia.

DARI KESULITAN MENJADI PELUANG
Sekali lagi, agar MESTAKUNG terjadi secara efektif, menempatkan dalam kondisi kritis, melangkah dan tekun, harus menjadi kesepakatan semua elemen sekolah. KRILANGKUN bukan hanya menjadi konsumsi kepala sekolah, guru atau siswa saja. Kesepakatan antara kepala sekolah, guru dan siswa untuk merangsang terjadinya MESTAKUNG akan membuat mereka bekerja seolah butir – butir pasir yang membentuk “bukit” pasir.
Untuk menutup tulisan ini, akan saya kutipkan kisah kemenangan Muhammad Ali sebagai contoh MESTAKUNG. Di tahun 1964, Muhammad Ali akan bertanding dengan Sonny Liston yang terkenal tangguh dan tak terkalahkan. Sebelum bertanding, Muhammad Ali mengunjungi semua tetangganya dan mengatakan bahwa dialah juara tinju sejati. Bukan Sonny Liston. Dengan melakukan ini, Ali menempatkan dirinya pada kondisi kritis. Karena dengan berbuat demikian ia harus berlatih keras untuk membuktikan perkataannya. Kalau ia kalah, tetangganya akan menjulukinya sebagai si mulut besar. Karena kerja kerasnya, dukungan dari banyak pihak mengalir yang menumbuhkan kepercayaan dirinya. Dan akhir cerita begitu mudah ditebak, Ali menang dari Sonny Liston di ronde ke 6.
Terakhir, kalau masih terdapat peluang untuk dapat mencapai standar kelulusan dengan cara yang baik mengapa harus melakukan kecurangan dalam Ujian Nasional? Kecurangan – kecurangan yang dilakukan dalam Ujian Nasional hanya akan mematikan KRILANGKUN dan mencegah terjadinya MESTAKUNG.

Tulisan ini banyak mengambil manfaat dari buku “MESTAKUNG” yang ditulis oleh Prof. Yohanes Surya, Phd.

read more

Animasi Bayang - Bayang


Di bawah ini adalah animasi saya sebelumnya yang saya modifikasi lagi dengan tambahan bayang - bayang dan background pohon:



Dengan menggunakan drop shadow dan looping, sekali lagi dengan mencoba berulang kali, akhirnya jadilah flash sederhana ini.

read more

Animasi Orang Berlari di Flash CS3


Dengan berkali - kali trial and error, akhirnya jadilah animasi orang berlari ini:



Untuk beberapa hari ke depan mungkin saya akan terlibat lebih jauh dalam pembuatan animasi flash ini. Mudah - mudahan semakin banyak yang bisa saya pelajari dan kuasai

read more

Sesama Orang Bodoh, Dilarang Menghina!!!


"Kamu itu bodoh, goblok, pekok, koplo, mendho, suwung, dhedhel, dhebil, idiot!!!!!!!!."

"Iya to?, kalau benar demikian, berarti anda harus berterima kasih kepada saya dong."

"He???????, mengapa saya harus berterima kasih kepada "sampah" seperti kamu????"

"Karena berkat orang bodoh, goblok, pekok, koplo, mendho, suwung, dhedhel, dhebil, idiot seperti saya lah anda akan dianggap orang sebagai orang yang pintar. Coba kalau tidak ada orang sebodoh, segoblok, sepekok, sekoplo, semendho, sesuwung, sedhedhel, sedhebil, seidiot saya, pasti anda tidak akan dianggap orang sebagai orang pintar. Apalagi kalau, celakanya, saya lebih pintar daripada anda, maka pasti saya akan mengatai anda sebagai sampah yang bodoh, goblok, pekok, koplo, mendho, suwung, dhedhel, dhebil, idiot. Betul nggak? Jadi bodoh - bodoh begini, saya juga ada gunanya lho."

read more

Belajar Flash Lagi

Jika anda berkenan, silahkan anda klik tombol Play dari Video Player di bawah ini;



Video ini saya buat dengan menggunakan Flash CS3. Video ini, meskipun sederhana, anda harus tahu bahwa saya membuatnya dalam waktu yang agak lama. Mengapa? Saya belajar Flash secara otodidak saja. Dari buku – buku dan dari internet.
Saya tertarik dengan animasi. Saya rasa Flash bisa memenuhi keinginan saya untuk membuat animasi. Dan meskipun Flash bukanlah sebuah program yang mudah, perlu ketelatenan dan kesabaran untuk dapat menguasainya, saya coba saja. Dan nyatanya memang saya tergagap dalam menggunakannya.
Selama ini saya menempelkan file .swf ke dalam postingan saya di blog ini dengan menyimpannya di situs penyedia penyimpanan file gratisan. Tapi sering saya kecewa karena tiba – tiba saja file .swf saya tidak bisa tampil di halaman blog saya. Padahal sebelumnya file itu bisa ditampilkan.
Blogger.com, entah mengapa, belum bisa menerima video dalam format .swf. Padahal video dalam format ini lebih ringan. Mungkin ke depan blogger sudah dapat menerima file .swf.
Karena itulah saya menyimpan file Flash ini bukan hanya dalam bentuk .swf tetapi juga kedalam bentuk .mov yang dengan demikian saya bisa menempelkannya di postingan tanpa menggunakan jasa penyedia layanan penyimpanan file gratis, sebab blogger.com bisa menyimpan video dalam format .mov.
Saya berharap kemampuan saya dalam membuat animasi dari hari ke hari semakin baik. Saya akan menuliskan perkembangannya di blog ini.

read more