Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Dalam Sepinya


Kenalan saya, orangnya konyol benar. Terkesan urakan bahkan. Bicaranya tak pernah serius. Guyon terus. Pakaian yang dikenakannya sekenanya saja. Potongan rambut bahkan aksesoris yang ia pakai mengensankan bahwa ia orang yang “nakal” dan tak punya prinsip sama sekali.
Senang tidur dan teledor.
Tapi stop, itu adalah kesan kita jika melihat dia pertama kali, ataupun jika kita mengenalnya tapi tidak pernah ke rumahnya sama sekali.
Begitu kita mengenal lebih dalam orang ini, benar – benar kita akan tersentak. Dalam sepinya, ia bukan orang yang seperti itu.
Ketika saya bermalam di rumahnya kali itu. Ia bukan orang yang saya kenal di luaran. Rumahnya memiliki 3 kamar tidur yang salah satunya khusus untuk “tidur” buku – buku tebal dan Koran – Koran yang selalu dijamahnya setelah subuh. Kira – kira ada dua ribuan buku di kamar itu. Berjejalan rapi di rak.
Ia selalu bangun satu jam sebelum subuh untuk shalat tahajud. Salah satu hal yang tak pernah ia tinggalkan. Shalat subuh. Membaca. Bekerja. Membaca lagi. Tidur siang. Mengajari anak – anaknya dan mendampingi mereka. Membaca lagi. Lalu tidur. Itu jadwal hariannya yang ketat. Entah ada tamu atau tidak. Jadwal itu dilaluinya tanpa mengabaikan orang yang bertandang atau undangan yang diterimanya.
Ia memiliki televisi tapi sepertinya barang itu merana karena tidak begitu diperhatikan pemiliknya.
Semua barang yang berada di rumahnya tertata rapi tanpa debu. Ia dan istrinya sendiri yang merapikannya.
Oh ya, istrinya, adalah seorang wanita yang sangat sederhana. Tangannya kasar dan kuat karena memang tidak diperlakukan dengan manja. Wanita ini yang mengurusi rumah. Berdua dengan si suami yang tampak “slebor” itu.
Ternyata, dalam sepinya, pria “rock and roll” itu seorang yang sangat perfeksionis dan serius.
Apakah ini salah satu kelainan atau ciri orang yang berkepribadian ganda? Saya tidak tahu.
Tapi apa yang dilakukannya di luar membuatnya memiliki banyak teman, dan apa yang dilakukannya di dalam rumah membuat hidupnya lebih tertata dan bahagia. Saya beruntung bisa kenal orang langka seperti ini.

read more

Modal


Modal Ibuka ada dalam kocek dan kepalanya (Ada sedikit uang kontan masuk sebagai hasil penjualan Volmeter yang dibuat perusahaannya yang dulu).
Masaru Ibuka itu adalah seorang insinyur listrik yang juga salah satu pendiri SONY Corp. Di fotonya, Ibuka itu orangnya kurus, berkacamata dan kelihatan kalau ia orang yang cerdas.
Tapi saya bukan mau ngomong masalah foto. Saya suka dengan kalimat pembuka di atas; Modal Ibuka ada dalam kocek dan kepalanya. Ibuka yang bermodal sedikit uang namun dengan isi kepala yang hebat, mampu membuat sebuah perusahaan elektronik yang cukup disegani di dunia. Yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa perusahaan Ibuka itu didirikan tepat setelah perang usai.
Sekarang mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Apa modal saya ya? Apa modal anda? Apa modal kita?
“Wah gaji saya gede!”. Tapi pengeluarannya jauh lebih gede.
“Eh, saya kan tampan ya.”
“Saya termasuk cantik lho!”.
Lalu ketampanan dan kecantikan itu digunakan untuk “ngrusak”.
“Lho, jangan salah mas, saya lulusan Universitas top.”
Terus? Masih terus belajar tidak?
“Lho, tentu no!”
Belajar apa? Terus ada gunanya bagi orang lain tidak. Jangan – jangan njenengan belajarnya hanya agar bertambah gajinya. Terus gaji itu nanti akan mengalir ke orang seperti Masaru Ibuka itu.
“Ya, kalau itu bukan urusan sampeyan.”
Yo betul, bukan urusan saya. Saya juga tidak mau repot ngurusi yang macam gitu kok.
Tapi, saudara – saudara, Charles Darwin tidak pernah bilang bahwa ekor nantinya akan berevolusi menjadi kepala dan begitu sebaliknya. Tidak ada dalil yang seperti itu.

Orang yang Cuma “Ngikut” tidak akan mungkin jadi “Frontman”!!

read more

Cara Mudah Dapat Dollar dengan Baca Artikel di Readbud.com

Readbud ini akan memberi dollar bagi member yang tergabung dan membaca artikel yang diberikan serta memberikan Rates setiap artikel yang diberikan. Setiap hari ada hingga 21 artikel yang diberikan dan bernilai antara $ 0,01 sampai dengan $ 0,07 per artikel. Total payout adalah $ 50 dibayar via PayPal. Jika dibandingkan dengan program Pay To Click lainnya, dilihat dari upah perkliknya Readbud tentunya lebih menggoda. Kelebihan lainnya kita tidak harus menunggu 30 detik dst dari satu klik ke klik lainnya. Dan lagi, kita tidak harus membaca artikel tersebut dengan tuntas yang penting melihatnya dan memberikan rates.

Berikut adalah petunjuk atau cara mendapatkan bayaran di Readbud :

1. Daftar klik disini (pasti dong), Isi biodata dan nanti akan ada kiriman ke email Anda dan klik untuk verifikasi
2. Lalu login
3. Pilih ‘Interest’ untuk memilih topik artikel yang akan diberikan, jumlahnya harus 50 topik, tinggal klik sesuai petunjuk disana.
4. Lalu masuk ke halaman/page ‘Article’ dan nanti ada petunjuk untuk mengklik “Open Artikel” beserta besar upahnya.
5. Setelah dilik anda akan terhubung ke halaman baru berisi artikel
6. Beri rates dibagian bawah artikel yang diklik (tanda bintang) di bagian bawah artikel
7. Tutup halaman tersebut dan kembali ke halaman atau tab utama.
8. Pilih atau klik Open article lagi dst hingga jatah harian anda habis (kalau saya dapat bagian 21 artikel perhari)

Saya baru bergabung hari ini dan udah dapat 1,20 USD kurang dari 5 menit hasil mengklik 21 artikel. Ya logikanya jika rajin membuka artikel setiap hari dan mengklik jatah 15 artikel, tinggal dikalikan aja 1,20 X 30 = hitung sendiri.. :p – Program ini sepertinya memang baru, jadi tidak ada salahnya untuk Anda bergabung. Silahkan klik disini





read more